Tags

, ,

Kecanggihan dunia teknologi tak selamanya memberi dampak positif,
Dan kita harus mengakui jika dampak negatif akan berkembang pula.

Setelah heboh sms penipuan dengan motif “Mama minta pulsa”
Sekarang marak juga penipuan sms dengan motif jual/beli properti/kendaraan.

Berikut saya lampirkan cerita salah satu temen dari teman saya yang hampir kena jebakan maut itu..

Modus Penipuan Pura-pura Membeli Rumah
— 21 December 2011 | 11:41 WIB —
Ini kejadian yang saya alami sendiri.
Saya memang menjual rumah saya di bekasi, saya upload melalui situs toko**gus.com.
Tak sampai 2 hari ada yang sms saya dari 083896650947 dengan isi;
Maaf, sy ibu sulastri yg kemarin liat RUMAH nya, mrasa cocok dan berminat, jd umtk masalah harga
silahkan hubungi suami sya. H.RIDWAN di no 081219164757. Trims.

Setelah saya hubungi nomor yang tertera, dia mengaku bernama Haji Ridwan.
mengaku sudah melihat rumah saya dan merasa cocok, hari itu juga dia
menawarkan dengan bahasa yang halus, (logat bukan jawa), untuk tanda
jadi sebesar Rp 10juta. Malam itu juga dia mau transfer ke rekening
niaga saya melalui MANDIRI dia ke NIAGA saya.

Singkat cerita, dia menelpon beberapa kali, karena saya dalam perjalanan ke rumah (1,5jam),
saya abaikan telpon nya. Sesampai di rumah, dia telpon lagi, dan
minta saya untuk cek ke ATM, apakah uangnya sudah diterima, alasannya
karena dananya besar. Sampai sini saya masih belum curiga, saya
beranggapan, namanya ornag udah transfer pasti dia berkepentingan untuk
memastikan keamanan uangnya. Sudah sampai atau belum.

Saya jawab, saya akan cek ke CIMB CLICKS, karena saya punya akun online dari CIMB
NIAGA, jadi transferan atau aktivitas apapun pasti terlihat. Saya cek,
tidak ada perubahan dana. Dia telpon lagi dan menanyakan hal itu, lalu
dia menanyakan lagi uang saya sebelumnya berapa dan sekarnag ada berapa.

Disinlah
saya merasa tidak enak, ngapain coba dia menanyakan rekening saya,
akhirnya tidak saya jawab, saya bilang saja yang jelas tidak ada
perubahan saldo di rekening. Lalu dia ngotot untuk memaksa saya ke ATM,
untuk cek langsung. Oke, saya turuti, karena ATM Niaga memang tidak
terlalu jauh, setelah sampai, saya cek, memang tidak ada dana masuk sama
sekali. Saya tidak membawa handphone, karena malas nih orang bawel
sekali, pikir saya.

Sampai di rumah, istri saya bilang bahwa
orang tadi menelpon lagi dan dengan nada kurang simpatik, menanyakan
kemana saya, berapa lama balik, trus kok tidak bawa handphone, trus apa
ada handphone yang lain.

Inti nya istri saya agak tersinggung atas nada suaranya yang tinggi.

Disini kecurigaan saya menguat, tapi saya masih tidak yakin ini penipuan.

Kemudian saya cek lagi cimb clicks, memang tidak ada. Dan dia (H Ridwan) nelpon
lagi, dia bilang dia akan mengadu ke Mandiri Call, sementara dia
menelpon, saya diminta untuk ke ATM Mandiri (bukan NIAGA) saja, agar
dipandu untuk cek saldo dan transfer.

Oke, saya ke ATM lagi, tapi kali ini ke ATM MANDIRI, sesuai permintaan si penipu ini.
kemudian dia telpon lagi, dia bilang akan melakukan conference call (trimitra /
telpon bertiga) ke Mandiri untuk pengaduan, kenapa dana 10 juta nya
tidak bisa saya terima.

Saya dengar pembicaraan dia dengan “MANDIRI CALL” (saya beri tanda kutip).

‘halo mandiri call, saya yang tadi, ini pak rocky mau bicara’

NAAAHHH kecurigaan saya makin menguat, kalau anda pernah menelpon mandiri call,
anda akan sangat kecil kemungkinan untuk mendapatkan operator yang sama
setelah menelpon untuk kali kedua atau ke tiga, karena itu adalah
layannan hunting, operatornya bisa 100-200 orang per hari.

Mana bisa dia mendapatkan orang yang sama, harusnya dia memberi penjelasan ulang ke operatornya.

Setelah itu orang mandiri call nya ngomong ke saya, dia menyuruh saya untuk cek
saldo ATM NIAGA saya di ATM MANDIRI (bukan NIAGA), dan menyuruh saya
mengucapkan saldo tersisa, tentu saja tidak saya turuti, lalu dia
mengaku sistemnya mandiri memang sedang ada masalah, jadi saya diminta
untuk pull (tarik) dana, melalui transaksi lain, lalu ada pilihan
transfer dana, kepada rekening, dan jumlah, untuk jumlah, dia minta
ketika angka 09837632, atau berapa saya lupa, perhatikan angka 0 yang
diminta, saat kita mengetik angka 0 di menu jumlah yang ditransfer, maka
angka 0 akan hilang, jadi akan tertampil 9837632, artinya adalah uang
sembilan juta lebih!!

Dan bila anda pencet OK, maka TIDAK ada
konfirmasi / layar yang bertuliskan bahwa ‘dana akan ditransfer sejumlah
sekian ke rekening atas nama bla bla’, berbeda dengan bila kita cek di
ATM Mandiri pakai kartu ATM Mandiri, pasti ada konfirmasi itu sebelum
dana dikirim.

UNTUK ATM BERSAMA TIDAK ADA KONFIRMASI ITU SEBELUM DANA DIKIRIM!!!! HATI2!!!

Inilah yang dimanfaatkan penipu itu.

Untungnya,
alhamdulillah di detik terakhir saya sadar bahwa ini semua adalah
penipuan, saya juga terperanjat dan sampai keluar keringat dingin, saya
tidak pencet tombol OK. Saya matikan telpon saya.

Dana saya aman, tapi kurang dari satu langkah saja, saya akan kehilangan uang 10 juta rupiah… inna lilahi wa innailihi rajiunn….

Si penipu telpon lagi dan akhirnya saya maki2 habis2an, tapi telpon nya langsung ditutup.

….ya ampuuuunnn…. gumam saya…. sampai kasir di indomaret (gabung ama atm)
nanya ke saya ada apa kok saya maki2…, saya ceritakan dan dia bilang
pernah ada yang persis kaya saya, sampai nangis di depan indomaret… dia
kehilangan 10 juta kurang, persis sekali dengan yang hampir saya alami…
astaghfirullah…

Buat anda semua yang baca, hati hati akan hal ini
yah, jangan sampai terjadi pada anda atau keluarga anda atau teman2
anda karena modus ini sudah marak…

Si penipu ini niat sekali
nipunya, dia membuat ‘MANDIRI CALL” palsu beserta operatornya yang juga
penipu, sampai ada rekaman lagu mandiri call juga persis, dan ada
‘automatic tone’, yang kita disuruh pencet satu untuk indonesia/ inggris
dll, baru tersambung ke operatornya, MIRIP!

Semoga para penipu itu bertaubat, dan bapak polisi mengambil tindakan yang sesuai kaidah hukum di indonesia… amin…